home

         gbr-desain-13.jpg


GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
1.   Aspek Geografi
A.    Letak Geografis dan Batas Administrasi
Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan satu dari 14 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah. Posisi geografis Kabupaten Kotawaringin Timur terletak di antara 112˚ 4’ 3”-113˚ 16’ 11” Bujur Timur dan 1˚ 11’ 35”-3˚ 18’ 8” Lintang Selatan dengan luas wilayah kurang lebih 1.679.600 ha. Luas wilayah administrasi Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut adalah luas wilayah berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002. Sedangkan luas wilayah fungsi berdasarkan perencanaan pemanfaatan ruang seluas kurang lebih 1.554.584,6 ha. Adapun batas-batas administrasi wilayahnya adalah sebagai berikut :
Sebelah Utara                     : Kabupaten Katingan;
Sebelah Timur                    : Kabupaten Katingan;
Sebelah Selatan                  : Laut Jawa;
Sebelah Barat                     : Kabupaten Seruyan.
Sejak tahun 2011 Kabupaten Kotawaringin Timur terbagi atas 17 kecamatan. Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai pembagian wilayah administrasi di Kabupaten Kotawaringin Timur, dapat dilihat pada 1.1.
Tabel 1.1
Nama Kecamatan dan Luas Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur
 

No Kecamatan Ibukota
Kecamatan
Jumlah Desa/Kelurahan Luas (Km2) Luas Berdasarkan Pemanfaatan Ruang (Ha)
1 Mentaya Hilir Selatan Samuda 10 318,00 21.058,1
2 Teluk Sampit Ujung Pandaran 6 610,00 66.449,4
3 Pulau Hanaut Bapinang 14 620,00 62.515,6
4 Mentaya Hilir Utara Bagendang 7 725,00 96.443,7
5 Mtw. Baru Ketapang Ketapang 11 726,00 34.900,3
6 Baamang Baamang 6 639,00 20.640,7
7 Seranau Mentaya Seberang 6 548,00 71.115,8
8 Kota Besi Kota Besi 11 1.889,00 63.581,2
9 Cempaga Cempaka Mulia 8 1.253,00 88.297,1
10 Cempaga Hulu Pundu 11 1.183,00 151.045,9
11 Parenggean Parenggean 15 493,15 71.147,1
12 Mentaya Hulu Kuala Kuayan 16 1.712,79 131.926,2
13 Antang Kalang Tumbang Kalang 15 1.579,00 160.402,4
14 Bukit Santuai Tb. Penyahuan 14 1.636,00 168.005,1
15 Telawang Sebabi 6 317,00 116.412,3
16 Telaga Antang Tumbang Mangkup 18 1.456,21 146.133,1
17 Tualan Hulu Luwuk Sampun 11 1.090,85 84.510,8
  Luas Total 185 16.796,00 1.554.584,6
 
Sumber: KDA (BPS, 2015)
 

Gambar 1.1 Peta Orientasi Kabupaten Kotawaringin Timur
 
 
 
 

Gambar 1.2 Peta Administrasi Kabupaten Kotawaringin Timur
 
 
 
 
B.    Topografi
Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki topografi yang bervariasi, dapat dibagi dalam lima kelompok lereng yaitu 0-2%, 2-5%, 5-15%, 15-40%, dan > 40%. Wilayah Selatan didominasi oleh kemiringan lereng 0-2%, wilayah tengah didominasi kemiringan 2-5%, sedangkan wilayah Utara didominasi kemiringan lereng 5-15% dan 15-40%. Umumnya pembagian lini topografi di kelompokkan dalam dua zona,yaitu :
·      Wilayah Selatan dan Tengah dengan ketinggian tempat 0-100 m-dpl.
·      Wilayah Utara dengan ketinggian tempat bervariasi antara 0-1000 m-dpl, tempat tertinggi terdapat di Kecamatan Antang Kalang, Kecamatan Telaga Antang, dan Kecamatan Bukit Santuai
    Daerah ini merupakan wilayah berbukit hingga pegunungan yang terdiri dari batuan intrusi masam terdapat di Bagian Utara, sedangkan Bagian Tengah sampai Selatan didominasi oleh dataran rendah. Dataran Bagian Tengan terdiri dari dome gambut serta dataran rendah endapan sungai (fluvial) serta backswamp atau rawa belakang di sepanjang aliran sungai. Dibagian selatan, dataran rendah didominasi oleh dataran rendah endapan pantai (fluviomarine) dan pesisir pantai.

Gambar 1.3 PetaKemiringan Lereng Kabupaten Kotawaringin Timur
 
 

Gambar 1.4 PetaTopografi Kabupaten Kotawaringin Timur
 
 
 
 
 
C.    Fisiografi
Kabupaten Kotawaringin Timur dapat dibagi ke dalam beberapa wilayah fisiografis, yaitu:
1.     Dataran rendah, endapan pantai
      Wilayah ini terdapat di tepi pantai, tepatnya pantai yang berbatasan dengan Laut Jawa, yang berjarak 2-5 km dari pantai. Dataran ini terbentuk dari hasil pengendapan pantai, yang berupa tanah kering atau sedikit tergenang dan memiliki tekstur kasar.
2.     Dataran rendah, endapan sungai
      Wilayah ini terdapat di tepian sungai yang berbelok-belok (meander) atau danau kecil. Letaknya agak tinggi, namun kadang-kadang tergenang dan banjir akibat limpahan air sungai. Dataran ini bertekstur tanah sedang sampai halus. Seluruh wilayah dataran rendah, baik yang berupa endapan sungai maupun endapan pantai, masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut.
3.     Lahan gambut
      Wilayah ini terletak di belakang wilayah endapan sungai (levee), yang terbentuk akibat hutan rawa monoton telah mencapai klomaks, sehingga terbentuk gambut yang cembung (dome).
4.     Dataran rendah, batuan endapan pantai
      Wilayah ini terletak agak ke hilir/tengah, terutama di sekitar Sungai Mentaya. Dataran ini membentang dari Pangkalan Bun sampai Palangkaraya terus ke timur. Pada wilayah ini air sulit mengalir keluar karena wilayah ini sangat datar, sehingga pada beberapa tempat drainase agak terhambat. Dataran ini memiliki tekstur tanah yang kasar.
5.     Pegunungan/perbukitan batuan intrusi masam
      Wilayah ini merupakan daerah patahan (told) dan lipatan (fault), terdapat di bagian hulu. Bentuk wilayah ini berbukit dan bergunung, yang didominasi oleh batuan endapan pasir dan liat dan diselingi dengan batuan intrusi yang umumnya masam.
6.     Delta/Pulau
      Merupakan daratan dengan luasan yang kecil di tengah laut maupun sungai.
7.     Lain-lain
      Bagian yang termasuk lain-lain adalah tubuh air, diantaranya danau dan rawa, yaitu merupakan depresi atau cekungan yang airnya masih dalam. Pada daerah ini belum sempat terbentuk gambut.
 
Kabupaten Kotawaringin Timur didominasi oleh pegunungan/ perbukitan intrusi masam dan dataran rendah batuan pantai. Pegunungan atau perbukitan terdapat pada bagian Utara wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Pegunungan/perbukitan tersebut terdiri dari batuan intrusi dan endapan masam, sehingga memiliki kendala dalam pembudidayaan lahan.
Dataran rendah endapan pantai banyak ditemui pada bagian tengah dan pesisir Kabupaten Kotawaringin Timur. Selain dataran rendah dengan batuan pantai, pada bagian tengah Kabupaten Kotawaringin Timur juga memiliki kondisi fisiografis yang terdiri dari dome gambut, serta dataran rendah endapan sungai dan backswamps di sepanjang aliran sungai. Sedangkan pada bagian Selatan, fisiografis wilayahnya merupakan dome gambut dan dataran rendah endapan sungai. Pada bagian pesisir fisiografis wilayahnya terdiri dari dataran rendah endapan pantai. Kendala yang dihadapi Kabupaten Kotawaringin Timur terutama dalam membangun saluran air, dimana air sulit mengalir keluar serta kadang-kadang tergenang dan banjir.
 
D.    Klimatologi
Kondisi iklim Kabupaten Kotawaringin Timur termasuk beriklim tropis basah (lembab) dengan tipe B (menurut Schmidt dan Ferguson) dengan kelembaban nisbi berkisar antara 82%-89% dan suhu rata-rata bulanan berkisar antara 27˚C-36˚C.
Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan kabupaten dengan curah hujan bervariasi. Pada daerah pedalaman kecenderungan curah hujannya tinggi sedang dikawasan pantai memiliki curah hujan sedang. Jumlah curah hujan rata-rata di wilayah kabupaten ini berkisar antara 1.934 mm/tahun.
E.    Geologi
Geologi daerah Kabupaten Kotawaringin Timur tersusun oleh lima jenis formasi yaitu Formasi Dahor, Formasi Kuayan, Formasi Mentaya, Formasi Pembuang dan endapan Aluvial. Untuk lebih jelasnya mengenai kondisi masing-masing formasi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.     Formasi Dahor dapat ditemui di sebagian besar selatan wilayah kabupaten Kotawaringin Timur tepatnya pada bagian belakang disepanjang Daerah Aliran Sungai Mentaya.Satuan batuan (satuan litologi) penyusun formasi Dahor ini terdiri dari konglomerat dengan komponen fragmen kuarsif dan basal berselingan dengan batu pasir, batu lempung. Umur formasi ini diperkirakan Miosen Tengah sampai Pleistosen, berdasarkan korelasi dengan formasi Dahor dilembar Tewah (Sumintadipura, 1976). Tebal formasi ini diperkirakan 300 m yang diendapkan dilingkungan paralik.
b.     Formasi Kuayan terletak di bagian tengah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur tepatnya di Utara. Satuan batuan (satuan litologi) penyusun formasi Kuayan ini terdiri dari breksi dengan komposisi andesit dan basal, aliran lava, batu pasir tufaan dan tuf. Formasi ini tidak dapat ditentukan umurnya, tetapi di Kalimantan Barat, Van Emmichoven (1939) op. Cit. Margono U, dkk (1995) menemukan fosil di formasi ini berumur Trias.
c.      Formasi Mentaya terletak disekitar Kota Kuala Kuayan. Satuan batuan (satuan litologi) penyusun Formasi Mentaya ini dibagian bawah didominasi oleh batu pasir sedangkan dibagian atas batu pasir arkosa berbutir halus-kasar, terdapat struktur silang siur (cross bedding) dan gelembur gelombang. Setempat terdapat sisipan konglomerat kuarsa dan batu lempung yang kadang-kadang mengandung batubara. Formasi ini diendapkan pada kala Eosen-Oligosen dalam lingkungan pengendapan litoral, setempat berupa rawa-rawa.
d.     Formasi Pembuang terletak dibagian selatan wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, terutama di sekitar Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit dan Pulau Hanaut. Satuan batuan (satuan litologi) penyusun Formasi Pembuang ini terdiri dari batupasir karbonan (carbonaceous sandstone), konglomerat (conglomerate), batulanau (siltstone), batu lempung (claystone) dan gambut (peat).
e.     Endapan aluvial, tersusun oleh endapan delta (deltaic deposit) dan endapan klastika tak terpisahkan (undifferenttiated clastic deposit). Endapan delta terdiri dari pasir kasar-halus (coarse to fine grained sands), lanau (silt) dan lumpur (mud). Sedangkan endapan klastika tak terpisahkan terdiri dari pasir (sand), lanau (silt), lempung (clay) dan gambut (peat). Struktur geologi yang terdapat di Kabupaten Kotawaringin Timur adalah struktur sesar/patahan (fault) dan kekar (join). Struktur patahan dapat memicu terjadinya bencana alam geologi. Daerah yang rawan terhadap bencana alam geologi ini antara lain Kecamatan Mentaya Hulu karena pada daerah ini terdapat struktur sesar/patahan. Potensi pertambangan bahan galian yang terdapat di Kabupaten Kotawaringin Timur antara lain batubara, bijih besi, emas primer (dengan asosiasi mineral perak dan atau mineral tembaga timah hitam atau seng), emas sekunder, kwarsa kristal (termasuk kecubung atau amethist), bentonit, kaolin, pasir kwarsa, granit, basalt, gambut, dan tanah liat.
 
Selain itu, Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari berbagai macam batuan, endapan, dan di beberapa bagian terdapat sesar. Struktur geologi tersebut mengakibatkan wilayah ini memiliki cukup banyak potensi bahan galian tambang yang dapat dimanfaatkan, baik bahan galian A, B, maupun C. Bahan-bahan galian yang banyak terdapat di wilayah ini meliputi batubara, air raksa, emas, kaolin, bijih besi, pasir kwarsa, granit, gambut, bauksit, dan lain-lain. Potensi bahan galian ini tersebar hampir di seluruh wilayah.

Gambar 1.5 Peta Geologi Kabupaten Kotawaringin Timur
 
 
 
 
F.     Hidrologi
Secara umum pola sungai di Kotawaringin Timur adalah pola dendritik dimana salah satu sifat utamanya adalah apabila terjadi hujan merata di seluruh daerah aliran sungai, maka puncak banjirnya akan demikian tinggi hingga mempunyai potensi besar untuk menggenangi daerah-daerah yang ada di sekitar aliran sungai, khususnya di bagian hilir sungai.
Dalam Wilayah Kotawaringin Timur terdapat sungai besar yang dapat digunakan sebagai sumber air maupun sebagai prasarana transportasi. Beberapa sungai tersebut dapat dilayari oleh sarana perhubungan seperti kapal, speed boat, dan long boat. Sungai besar tersebut antara lain yaitu : Sungai Mentaya, Sungai Cempaga, Sungai Tualan, Sungai Kuayan, Sungai Kalang, Sungai Sampit, Sungai Lenggana, Sungai Mentobar, Sungai Seranau, dan Sungai Penyahuan. Air sungai tersebut telah dimanfaatkan oleh penduduk untuk mandi, cuci, kakus (mck), air minum, serta persawahan.
Selain air sungai, penduduk juga memanfaatkan air danau, rawa-rawa, dan air tanah untuk keperluan sehari-hari.
Tabel 1.2
Data Beberapa Sungai Besar di Kabupaten Kotawaringin Timur
No Nama Sungai Panjang (Km) Panjang yang dapat dilayari (Km) Kedalaman (Km) Lebar (m)
1 Mentaya 400 270 6 400
2 Cempaga 42 38 6 250
3 Sampit 46 40 6 200
4 Kuayan 48 40 6 200
5 Kalang 18 18 3 200
6 Seranau 21 21 3 200
 
Sumber: RTRW Pesisir Kabupaten Kotawaringin Timur, 2001
 
Sebaran danau paling banyak di Kabupaten Kotawaringin Timur terdapat di wiayah Kecamatan Mentaya Hulu. Danau tersebut sebenarnya merupakan bekas alur sungai lama yang saat ini telah berpindah alirannya.
Di wilayah Kecamatan Telaga Antang terdapat sebuah bendungan yang dibangun dengan memanfaatkan topografi dan pola aliran sungai di sekitarnya, yaitu Bendungan Tanjung Harapan.
 
 

Gambar 1.6 Peta Hidrologi Kabupaten Kotawaringin Timur
 
G.    Tutupan Lahan
Tutupan lahan sedikit memberi gambaran pola penggunaan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Meskipun tidak serinci klasifikasi penggunaan lahan, jenis tutupan lahan bisa menggambarkan pola, sebaran, dan luas dari masing-masing jenis tersebut.
Berdasarkan data tutupan lahan dari Kementerian Kehutanan tahun 2013 hasil interpretasi citra satelit, diperoleh informasi bahwa tutupan lahan terbesar di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur adalah perkebunan dengan prosentase 27,9% dari luas wilayah kabupaten, diikuti dengan semak belukar 18,7%.
Tabel 1.3
Luas Tutupan Lahan Tahun 2013
Jenis Tutupan Lahan Luas (ha)
Hutan Lahan Kering Primer 504,5
Hutan Lahan Kering Sekunder 255484,4
Hutan Mangrove Primer 441,5
Hutan Mangrove Sekunder 1058,5
Hutan Rawa Sekunder 138198,2
Hutan Tanaman 560,6
Lahan Terbuka 40090,8
Perkebunan 434351,2
Permukiman 6389,5
Pertambangan 9337,4
Pertanian Lahan Kering 7445,9
Pertanian Lahan Kering Campur Semak 53067,3
Rawa 56915,7
Sawah 43497,5
Semak Belukar 290424,7
Semak Belukar Rawa 181539,4
Tambak 67,5
Transmigrasi 24405,0
Tubuh Air-Danau 10536,1

Gambar 1.7  Peta Tutupan Lahan Kabupaten Kotawaringin Timur
 
H.    Ekosistem Wilayah Pesisir
Ekosistem Mangrove
Ekosistem Hutan mangrove di Pesisir Kotawaringin Timur meliputi type/bentuk pantai; bentuk muara sungai/laguna dan bentuk pulau. Hutan mangrove ini merupakan habitat alami ikan dimana berfungsi sebagai tempat pemijahan ikan atau biota laut lainnya, perlindungan terhadap kehidupan pantai dan laut disamping sebagai pelindung pantai dari pengikisan air laut dan pelindung usaha budidaya di belakangnya. Sebaran hutan mangrove di pesisir Kotawaringin Timur terdiri dari hutan mangrove primer terdapat di Kecamatan Teluk Sampit dan kecamatan Pulau Hanaut, sedangkan hutan mangrove sekunderterdapat di Kecamatan P. Hanaut.
Di wilayah Pesisirdan Laut Kotawaringin Timur mempunyai jenis –jenis flora dan fauna yang beragam baik ukuran maupun jenis. Jenis-jenis flora diantaranya adalah bakau, cemara laut, jambu mete, kelapa, nipah dan galam serta jenis tumbuhan yang hidup sebagai semak belukar. Tumbuhan yang hidup di perairan yang tergolong plankton terutama chlorophyta, cyanophyta, diatomae, pyropphyta.
Jenis fauna yang ditemukan antara lain : Bekantan, siamang, ular rawa, burung elang, udang (Penaeus monodon), udang manis (Penaeus semisulcatus), udang putih (Penaeus merguensis), kepiting (Sclla serrata), rajungan (Portunos pelagicus), dan kerang-kerangan. Jenis ikan yang ditemukan antara lain : ikan kakap (Lates calcarifer), tembang (Sardinella longicep), tenggiri (Scomberomerus commerson), bambangan (Lutjanus malabaricus), kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta), kembung perempuan (Rastrelliger neglectus), belanak (Valamugil speigleri), bawal putih (Pampus argentus), tongkol (Auxis thazard), pari kembang (Orygonsepha), pari burung (Actomyles nichofie), cucut hiu (Hermigaleus balfouri), sembilang (Plotosus cavius), telang (Scomberomerus guttalus), selungsungan (Scomberomerus australosius), selangat (Dhorosoma chacunda) dan bandeng (Channos channos).
Ekosistem mangrove dapat dibedakan dalam tiga tipe utama, bentik antai/delta, bentuk muara sungai/laguna, dan bentuk pulau. Ketiga tipe tersebut terwakili di sebagian besar wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Hutan mangrove merupakan ekosistem yang paling produktif dan merupakan sumber hara untuk perikanan pantai.Hutan ini menyokong kehidupan sejumlah besar sepesies binatang dengan menyediakan tempat berbiak, berpijah, dan makan.Spesies tersebut meliputi berbagai jenis burung, ikan, kerang dan krustasea seperti udang, kepiting.Hutan bakau juga berfungsi sebagai pelindung pantai dan penstabilisasi serta berperan sebagai penyangga pencegah erosi yang disebabkan oleh arus, gelombang, dan angin.Mereka juga memainkan peranan penting sebagai pengendali banjir dan pemelihara permukaan air di bawah tanah.
Ada tiga tipe akar yang biasa dijumpai pada hutan mangrove, yaitu akar lutut, akar nafas dan akar tunjang. Jenis hutan mangrove (bakau) yang ditemukan di pesisir wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Secara langsung atau tidak langsung, hutan mangrove melindungi dan menyediakan makanan bagi komunitas binatang, termasuk burung-burung pantai dan banyak organisme laut. Hutan mangrove mempunyai fauna yang kaya akan udang-udangan yang besar dan moluska, juga merupakan tempat yang penting untuk memijah dan pembibitan bagi udang dan banyak jenis ikan pelagis bernilai komersil penting.
Jenis mangrove yang dominan ditemukan pada kawasan pesisir pantai kotawaringin Timur terdapat disebelah timur (pesisir teluk sampit) antara lain Api-api (Avicennia alba) dan bakau-bakauan (Rhizophora spp.). Sementara dibagian ujung timur didominasi jenis cemara laut. Pada pantai sebelah barat jenis nipah (Nympae, sp.) mendominasi vegetasi mangrove sebelah dalam, sementara pada arah keluar mendekati pantai, jenis Api-api (Avicennia alba) dan bakau-bakauan (Rhizophora spp.). yang lebih dominan. Bagian kawasan pantai paling luar yang berbatasan dengan laut umumnya berpasir dan tidak ditumbuhi vegetasi.
Pada kawasan Timur Selatan tidak ditemukan komunitas mangrove yang berarti, sedangkan pada sebelah utara teluk sampit terdapat endapan/sedimen lumpur yang mulai ditumbuhi oleh vegetasi mangrove secara alamiah dari jenis Api-api dan bakau. Dipantai barat, sedimenasi yang cukup kuat juga terjadi sehingga mendangkalkan lingkungan dermaga tradisional milik masyarakat setempat dan pertumbuhan komunitas mangrove yang cukup besar dari jenis api-api, bakau, rambai. Bibit mangrove yang tumbuh disebelah utara teluk sampit berpeluang besar berasal dari pantai barat teluk sampit yang cukup rapat ditumbuhi beberapa mangrove.
Ekosistem Terumbu Karang (Coral Reefs)
Komunitas terumbu karang tidak ditemukan pada perairan laut dangkal (pesisir) dalam wilayah kajian. Berdasarkan informasi nelayan, komunitas terumbu karang ditemukan sekitar 3 mil dari pantai, namun demikian keberadaan terumbu karang harusdiperhatikan karena selain sebagai komunitas penting dalam ekositem perairan laut (sebagai habitat berbagai jenis biota laut, nursery area, pawning area serta feeding area dan bernilai ekonomi penting, juga memiliki nilai ekologis penting sebagai natural barrier bagi daratan karena fungsinya menjadi breaker water yang melindungi daratan dari peluang abrasi gelombang.
Estuaria
Estuaria adalah daerah litoral yang agak tertutup (teluk) di pantai, tempat sungai bermuara dan air tawar dari sungai becampur dengan air asin dari laut, biasanya berkaitan erat dengan pertemuan perairan sungai dengan air laut. Produktivitas estuaria dan lautan dangkal sekitar pantai menunjang perikanan pantai yang sangat kaya. Sungai Mentaya secara terus menerus membawa endapan, mineral dan zat-zat hara ke dalam estuaria, memperbaharui bahan-bahan yang hilang untuk memelihara produktivitas yang tinggi. Produktivitas estuaria lebih dari dua kali yang didapatkan kebanyakan ekosistem darat dan dua puluh kali lebih besar dari pada samudra terbuka (laporan ITB tahun 2002).
 
2. Aspek Demografi
Perencanaan pembangunan selalu melihat dan mempertimbangkan faktor-faktor pendukungnya, sehingga dapat mewujudkan output rencana yang dapat mengakomodasi kebutuhan yang diharapkan. Dalam menyusun rencana pembangunan, faktor penduduk menjadi salah satu pertimbangan, sehingga disajikan data kependudukan dalam bentuk time series.
 
 
 
A.   Jumlah dan Sebaran Penduduk
Dari hasil estimasi penduduk, jumlah penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2014 sekitar 416.151 orang, yang terdiri dari 219.693 orang penduduk laki-laki atau 52,79 persen dan196.458 orang penduduk perempuan atau 47,21 persen. Persebaran penduduk pada setiap kecamatan dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 1.3
Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Tahun 2014
No Kecamatan Rumah Tangga Laki-laki Jumlah Sex Ratio
Laki-laki Perempuan
1 Mentaya Hilir Selatan 6.164 11.571 11.251 22.822 102,9
2 Teluk Sampit 2.435 5.072 4.731 9.803 107,2
3 Pulau Hanaut 4.225 8.665 8.312 16.977 104,3
4 Mentawa Baru Ketapang 22.063 43.000 39.981 82.981 107,6
5 Seranau 2.580 5.362 4.977 10.339 107,7
6 Mentaya Hilir Utara 4.895 9.236 7.752 16.988 119,2
7 Kota Besi 4.316 9.033 8.495 17.528 106,3
8 Telawang 5.166 10.992 8.692 19.684 126,5
9 Baamang 14.204 28.667 27.378 56.045 104,7
10 Cempaga 5.075 11.876 11.122 22.998 106,8
11 Cempaga Hulu 7.054 15.097 12.948 28.045 116,6
12 Parenggean 7.844 14.945 12.637 27.582 118,3
13 Tualan Hulu 3.557 6.395 4.926 11.321 129,8
14 Mentaya Hulu 7.650 14.936 12.316 27.252 121,3
15 Bukit Santuai 2.612 5.655 4.822 10.477 117,3
16 Antang Kalang 4.158 8.533 6.854 15.387 124,5
17 Telaga Antang 5.491 10.658 9.264 19.922 115,0
Total 109.489 219.693 196.458 416.151 111,8
 
Sumber: KDA 2015 (BPS, 2015; diolah)
 
B.   Jumlah Dan Pertumbuhan Penduduk
Jumlah penduduk Kotawaringin Timur dari tahun 2010 hingga 2014 mengalami peningkatan. Data kependudukan yang digunakan sebagai dasar pengamatan kecenderungan pertumbuhan penduduk adalah data kependudukan dalam kurun waktu 2010–2014.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Tabel 1.4
Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Tiap KecamatanKabupaten Kotawaringin TimurTahun 2010-2014
No Kecamatan 2011 2012 2013 2014
Jumlah Penduduk % Jumlah Penduduk % Jumlah Penduduk % Jumlah Penduduk %
1 Mentaya Hilir Selatan 21.382 1,50 21.314 (0,32) 22.327 4,54 22.822 2,17
2 Teluk Sampit 9.250 1,83 9.155 (1,04) 9.591 4,55 9.803 2,16
3 Pulau Hanaut 16.314 1,74 15.855 (2,89) 16.609 4,54 16.977 2,17
4 Mentawa Baru Ketapang 83.648 2,65 78.183 (6,99) 81.526 4,10 82.981 1,75
5 Seranau 9.884 1,77 9.740 (1,48) 10.157 4,11 10.339 1,76
6 Mentaya Hilir Utara 16.112 1,72 16.050 (0,39) 16.712 3,96 16.988 1,62
7 Kota Besi 15.789 2,21 15.841 0,33 16.880 6,16 17.528 3,70
8 Telawang 18.058 2,38 17.789 (1,51) 18.956 6,16 19.684 3,70
9 Baamang 54.512 3,45 52.579 (3,68) 54.950 4,31 56.045 1,95
10 Cempaga 19.696 1,80 20.470 3,78 21.986 6,90 22.998 4,40
11 Cempaga Hulu 24.989 2,47 24.961 (0,11) 26.811 6,90 28.045 4,40
12 Parenggean 37.310 1,83 36.410 (2,47) 26.330 (38,28) 27.582 4,54
13 Tualan Hulu         11.768   11.321  
14 Mentaya Hulu 30.954 1,84 29.165 (6,13) 26.799 (8,83) 27.252 1,66
15 Bukit Santuai 8.524 1,95 8.962 4,89 9.827 8,80 10.477 6,20
16 Antang Kalang 30.635 2,28 29.389 (4,24) 15.069 (95,03) 15.387 2,07
17 Telaga Antang         19.402   19.922 2,61
 
Sumber: KDA (BPS, berbagai tahun terbitan; diolah)
 
C.  Kepadatan Penduduk
Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur rata-rata sebanyak 24,78 orang per kilometer persegi. Kecamatan dengan kepadatan penduduk tertinggi adalah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yaitu rata-rata 114,30 orang per kilometer persegi dan kecamatan dengan kepadatan penduduk terendah adalah Kecamatan Bukit Santuai yaitu rata-rata 6,40 orang per kilometer persegi. Rata–rata kepadatan penduduk di Kabupaten Kotawaringin Timur adalah 24,78 orang per km persegi. Lebih rinci data kepadatan penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur dapat dilihat pada tabel berikut.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Tabel 1.5
Tingkat Kepadatan Penduduk KabupatenKotawaringin Timur Per Kecamatan Tahun 2014
No Kecamatan Jumlah Penduduk Luas (Km2) Kepadatan Penduduk  
 
1 Mentaya Hilir Selatan 22.822 318,00 71,77  
2 Teluk Sampit 9.803 610,00 16,07  
3 Pulau Hanaut 16.977 620,00 27,38  
4 Mentawa Baru Ketapang 82.981 726,00 114,30  
5 Seranau 10.339 548,00 18,87  
6 Mentaya Hilir Utara 16.988 725,00 23,43  
7 Kota Besi 17.528 1.889,00 9,28  
8 Telawang 19.684 317,00 62,09  
9 Baamang 56.045 639,00 87,71  
10 Cempaga 22.998 1.253,00 18,35  
11 Cempaga Hulu 28.045 1.183,00 23,71  
12 Parenggean 27.582 493,15 55,93  
13 Tualan Hulu 11.321 1.090,85 10,38  
14 Mentaya Hulu 27.252 1.712,79 15,91  
15 Bukit Santuai 10.477 1.636,00 6,40  
16 Antang Kalang 15.387 1.579,00 9,74  
17 Telaga Antang 19.922 1.456,21 13,68  
Total 416.151 16.796,00 24,78  
 
Sumber: KDA (BPS, 2015; diolah)
 
 
II.    PENGELOLAAN POTENSI
A.  Pertanian
Komoditi tanaman pangan memiliki peranan pokok sebagai pemenuh kebutuhan pangan, pakan dan industri dalam negeri. Produktivitas padi dan jagung masih rendah, dimana ada kesenjangan antara produktivitas riil dengan potensi hasil yang semestinya dapat dicapai. Di Kabupaten Kotawaringin Timur sendiri produktivitas padi hanya berkisar 35,00 Kw/Ha untuk padi sawah dan 22,51 Kw/Ha untuk padi ladang/gogo.
Pada tahun 2013, luas panen padi, produksi padi dan produktivitas padi di Kabupaten Kotawaringin Timur meningkat. Luas panen padi pada tahun 2013 mencapai 16.098 ha, sedangkan produksinya mencapai 48,54 ribu ton. Sementara itu produktivitasnya juga meningkat dari 26,25 kwintal per hektar pada tahun 2012 menjadi 30,15 kwintal pr hektr pada tahun 2013.
Dilihat dari sisi produktivitasnya, tanaman palawija yang perkembangannya cukup baik di Kotawaringin Timur adalah ubi kayu dan ubi jalar. Namun demikian pada tahun 2013 produksi sangat jauh menurun, hal ini disebabkan menurunnya luas panen.Luas panen ubi kayu dan ubi jalar pada tahun 2013 adalah 295 Ha dan 76 Ha. Sementara produksinya masing-masing sebesar 3.530 Ton dan 532 Ton.
Sektor pertanian adalah sektor yang memiliki kontribusi terbesar terhadap PDRB Kabupaten Kotawaringin Timur. Pada tahun 2013 kontribusi sektor pertanian sedikit mengalami penurunan jika dibanding tahun 2012 yaitu sebesar 33,86 persen. Penurunan kontribusi ini disebabkan karena peningkatan/laju pertumbuhan pada sektor lainnya yang melebihi pertumbuhan sektor pertanian.
Kawasan Selatan di Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan daerah pertanian, yang menjadi andalan dalam produksi tanaman pangan terutama padi. Lebih lengkap tentang hal ini tersaji dalam tabel 2.1 berikut.
Tabel 2.1
Hasil Kinerja Urusan PertanianPemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin TimurPeriode 2011-2015
No Aspek/Fokus/Bidang Urusan/Indikator Kinerjan Pembangunan Daerah
PERTANIAN
Capaian Kinerja
2011 2012 2013 2014 2015
1.
 
 
 
 
 
Produksi Padi atau bahan utama lokal lainnya per Hektar
a.   Padi
b.   Jagung
c.   Kedelai
d.   Kacang Tanah
e.   Ubi Kayu
f.    Ubi Jalar
 
 
28.908 Ton
75 Ton
2 Ton
58 Ton
4.852 Ton
899 Ton
 
 
37.570 Ton
73 Ton
6 Ton
49 Ton
3.634 Ton
432 Ton
 
 
48.538 Ton
120 Ton
6 Ton
42 Ton
 3.530 Ton
532 Ton
 
 
45.807 Ton
28 Ton
6 Ton
42 Ton
2.716 Ton
388 Ton
 
 
75.034 Ton
4 Ton
20 Ton
58 Ton
2.689 Ton
409 Ton
2.
 
 
Kontribusi sektor pertanian/perkebunan terhadap PDRB 35,48
 
 
35,59
 
 
33,86
 
 
NA NA
3. Kontribusi sektor pertanian (palawija) terhadap PDRB 6,62 7,21 7,49 NA NA
4. Kontribusi sektor perkebunan (tanaman keras) terhadap PDRB 21,72 21,28 20,13 NA NA
 
Sumber: Dinas Pertanian, Peternakan, Penyuluhan, dan Ketahanan Pangan Kab.Kotim dan BPS Kab Kotim
Keterangan:
·       Tahun 2013-2014 ATAP (Angka Tetap)
·       Tahun 2015 ARAM. I (Angka Ramalan.I)
 
 
 
B.  Kehutanan
Tahun 2014, proporsi sub sektor kehutanan terhadap kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB mencapai 0,6 persen. Jika diperhatikan dari tahun 2011, angka ini cenderung menurun yakni dari 1 persen pada tahun 2011 menjadi 0,6 persen pada tahun 2014. Secara detail dapat diperhatikan pada tabel 2.1.
Tabel 2.2
Hasil Kinerja Urusan KehutananPemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin TimurPeriode 2011-2015
No Aspek/Fokus/Bidang Urusan/Indikator Kinerja Pembangunan Daerah Capaian Kinerja
2011 2012 2013 2014 2015
1 Kontribusi sektor kehutanan terhadap PDRB (%) 0,87  0,67  0,60  NA 
 
Sumber: PDRB (BPS, 2015; diolah)
 
C.  Energi dan Sumber Daya Mineral
Kegiatan pertambangan di Kabupaten Kotawaringin Timur mulai terlihat sejak tahun 2012 yang ditandai dengan laju pertumbuhan positif setelah tiga tahun sebelumnya secara berturut-turut mengalami pertumbuhan negatif. Pada tahun 2013 terjadi peningkatan produksi hasil tambang yang sangat signifikan di Kabupaten Kotawaringin Timur, yaitu pada komoditas bijih besi dan bauksit. Tingginya produksi hasil tambang dari dua komoditas tersebut menyebabkan pertumbuhan Sektor Pertambangan dan Penggalian mencapai 108,68 persen, sehingga mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kotawaringin Timur secara signifikan. Sementara hasil tambang zirkon menurun dari tahun sebelumnya menjadi 3.192 kg. Sektor pertambangan memberikan kontribusi sebesar 0,90 persen terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2013, naik 0,40 persen dibanding kontribusi tahun 2012.
 
Tabel 2.3
Hasil Kinerja Urusan Energi dan Sumber Daya MineralPemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin TimurPeriode 2011-2015
No Aspek/Fokus/Bidang Urusan/Indikator Kinerja Pembangunan Daerah Capaian Kinerja
2011 2012 2013 2014 2015
1 Kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB (%) 4,86 5,55 5,72 3,45  NA 
Sumber : Dinas Pertambangan dan Energi Kab Kotim dan BPS Kab Kotim
 
D.  Pariwisata
Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki beberapa obyek wisata alam yang cukup menarik dan dapat dijadikan sebagai obyek wisata andalan, antara lain:
·           Pantai Ujung Pandaran dan Danau Burung, Kecamatan Teluk Sampit.
·           Konservasi Hutan Sagonta Kota, Kecamatan Baamang.
·           Danau Tangkarobah, Virgint Forest Sarpadu, Desa Wisata Pemantang (Batu Sapau, Batu Bakajang, Batu Banama), Kecamatan Mentaya Hulu.
·           Air Terjun Bukit Balawan, Kecamatan Telaga Antang.
·           Riam Sandung Angui, Kecamatan Antang Kalang.
Obyek wisata tersebut diatas apabila ditata dan dikelola dengan baik kedepannya diharapkan akan meningkatkan daya saing daerah, apalagi didukung dengan perkembangan sarana transportasi dan akomodasi di Kota Sampit yang cukup pesat.
Jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kotawaringin Timur dari tahun ke tahun menunjukan peningkatan. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang cukup signifikan terjadipada periode 2013-2014, dimana jumlah kunjungan pada tahun 2013 sebanyak 30.000 maka pada tahun 2014 menjadi 57.465 atau mengalami pertumbuhan sebesar 91,55 persen.
Tabel 2.4
Hasil Kinerja Urusan PariwisataPemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin TimurPeriode 2011-2015
No. Aspek/Fokus/Bidang Urusan/Indikator Kinerja pembangunan Daerah Capaian Kinerja
2011 2012 2013 2014 2015
1 Kunjungan Wisata 24,795 29,470 30.000 57,465 N/A
 
Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab Kotim
 
E.  Kelautan dan Perikanan
Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki kelautan yang berpotensi sangat bagus untuk dikembangkan, akan tetapi dilihat dari kontribusi sektor perikanan terhadap pembentukan PDRB Kabupten Kotawaringin Timur dibawah lima persen dan mempunyai pertumbuhan negatif. Pertumbuhan sektor perikanan tahun 2013 pertumbuhannya negatif sebesar -2,01, hal ini dipengaruhi oleh menurunnya produksi hampir semua komoditas perikanan baik perikanan darat maupun perikanan laut. Pada perikanan laut, dari 23 komoditas perikanan laut Kabupaten Kotawaringin Timur hanya ada empat komoditas yang produksinya meningkat yaitu ikan senangin, udang putih, rajungan dan udang lainnya. Sedangkan pada komoditas perikanan darat dari 15 komoditas yang ada, juga hanya empat komoditas yang produksinya meningkat yaitu ikan, patin, nila, gurame dan udang sungai.
Berdasarkan analisa perekonomian daerah, sektor Pertanian masih merupakan sektor yang paling dominan dan menjadi andalan utama dalam pembentukan PDRB Kabupaten Kotawaringin Timur. Meskipun kontribusi sub sektor perikanan hanya sekitar 2,94 persen terhadap sektor pertanian dalam pembentukkan PDRB ADHBKabupaten Kotawaringin Timur, namun kecenderungan peningkatan setiap tahun dengan pertumbuhan 16,60 persenberada diatas laju rata-rata pertumbuhan sektor pertanian yakni 14,19 persen.Indikator ini memberikan korelasi positif terhadap peran pembangunan kelautan dan perikanan pada tahun-tahun mendatang.
Berdasarkan data capaian tahun 2012, potensi Kelautan dan Perikanan belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini terlihat dari tingkat produksi perairan laut masih sangat rendah, yaitu 10.359,2 ton atau sekitar 23,91 persen dari potensi yang ada. Selain itu potensi tambak hanya terberdayakan sebesar 2,7 persendari keseluruhan potensi pengembangan tambak (Potensi tambak di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Teluk Sampit sebesar 13.125 Ha). Jika diasumsikan dengan tingkat pertumbuhan yang sama yakni 16,60 persen, maka pridiksi PDRB dari sub sektor perikanan tahun 2014 menjadi Rp.420.988.840.241. tetapi jika diasumsikan menggunakan pendekatan produksi berdasarkan IKU tahun 2014 (11.163,02 ton perikanan tangkap, 7.630,182 ton perikanan budidaya, dan 1.232,595 ton pengolahan perikanan) maka pridiksi PDRB dari sub sektor perikanan tahun 2014 menjadi Rp.505.738.584.417,49 dengan rata-rata pertumbuhan PDRBsub sektor perikanan pertahun meningkat mencapai 30,61 persen. Kondisi ini harus didukung dengan peningkatan investasi pembangunan sektor perikanan danpendukung lainnya.
Terkait kecenderungan terjadinya inflasi di Kota Sampit (tahun 2012) yang salah satu pemicunya dari sub sektor perikanan yakni ikan tenggiri dan ikan gabus dan deflasi dari jenis udang basah. Kecenderungan ini juga berinplikasi pada kebijakan investasi pada upaya peningkatan produksi terutama peningkatan prasarana sarana penangkapan, diversifikasi usaha budidaya dan pengolahan perikanan.
 
Tabel 2.5
Hasil Kinerja Urusan Kelautan dan PerikananPemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin TimurPeriode 2011-2015
No Aspek/Fokus/Bidang Urusan/Indikator Kinerja Pembangunan Daerah Capaian Kinerja
2011 2012 2013 2014 2015
1. Produksi Perikanan Tangkap          
  a.  Perairan laut (Ton) 7.603,9 7.665,0 7.702,6 7.834,3 7.867,2
  b.  Nilai produksi peraian laut (Rp.000) 134.514.000 136.672.500 136.672.500 138.039.000 NA
  c.  Perairan umum (ton) 2.647,2 2.694,2 2.746,5 2.806,2 2.814,6
  d.  Nilai produksi PUD (Rp.000)  77.719.200 78.496.600 79.281.800 72.961.800 NA
2. Tingkat Konsumsi Ikan (kg/Kap/Tahun) 30,00 43,20 45,10 47,30  NA
5. Kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB (%) 1,24 1,33 1,20 1,14   NA
 
Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.Kotim dan BPS Kab Kotim
 
F.   Perdagangan
Kontribusi dan pertumbuhan sektor perdagangan dipengaruhi oleh produksi sektor pertanian, sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan serta permintaan domestik atas barang impor yang menjadi komponen dalam pembentukan sektor perdagangan (sub sektor perdagangan besar dan eceran). Sub sektor perdagangan besar dan eceran memberikan kontribusi sebesar 27,88 persen terhadap PDRB dan memiliki peranan paling besar dalam perekonomian Kabupaten Kotawaringin Timur.
 
 
 
 
 
Tabel 2.6
Hasil Kinerja Urusan Perdagangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin TimurPeriode 2011-2015
No Aspek/Fokus/Bidang Urusan/Indikator Kinerja Pembangunan Daerah Capaian Kinerja
2011 2012 2013 2014 2015
1 Kontribusi sektor perdagangan (sub sektor perdagangan besar dan eceran) terhadap PDRB 15,78 15,88 15,35 15,65 NA
2 Ekspor bersih perdagangan US$15.176.742,63 US$29.803.532,64 US$32.227.951 US$253.066.061,53 NA
3 Cakupan bina kelompok perdagangan/usaha non formal (unit usaha) 13 unit usaha 7 unit usaha 221 unit usaha 231 unit usaha NA
Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab Kotim dan BPS Kab Kotim
 
G.  Perindustrian
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kotawaringin Timur tidak dapat dipisahkan dari peranan sektor industri pengolahan yang mencakup sub sektor industri non migas karena di Kabupaten Kotawaringin Timur tidak terdapat industri migas.
Sektor industri pengolahan masih menepati posisi ketiga terbesar dalam struktur perekonomian Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2013, setelah sektor pertanian dan sektor perdagangan, hotel dan restoran. Selama kurun waktu 2011-2013, Nilai Tambah Bruto (NTB) pada sektor industri pengolahan terus meningkat. Pada tahun 2013, NTB sektor industri pengolahan mencapai lebih dari 1,67 triliun rupiah. Pertumbuhan sektor industri pengolahan akan selalu berkaitan erat dengan pertumbuhan sub sektor perkebunan dan kehutanan karena komoditas dari kedua sub sektor tersebut terutama hasil kebun kelapa sawit dan hasil hutan berupa kayu dan rotan merupakan komoditas terbesar kontribusinya dalam industri pengolahan.
Tabel 2.7
Hasil Kinerja Urusan PerindustrianPemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin TimurPeriode 2011-2015
No Aspek/Fokus/Bidang Urusan/Indikator Kinerja Pembangunan Daerah Capaian Kinerja
2011 2012 2013 2014 2015
1 Kontribusi sektor industri terhadap PDRB  14,48% 14,68%  14%  13,89%  NA 
2 Pertumbuhan industri  8,30% 8,27%  127%  2,50%  NA 
Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab Kotim dan BPS Kab Kotim
 
 
 
H.  Penanaman Modal
Jumlah nilai investasi PMDN meningkat tajam dari 2014 berjumlah Rp.131.963.000.000,00 menjadi Rp.1.296.792.000.000,00 pada 2015. Sedangkan nilai investasi PMA mengalami penurunan dari tahun ke tahun, apabila tahun 2012 jumlah nilai investasi PMA US$ 331.978.000 menurun menjadi US$ 5.283,700 pada 2015.
Kenaikan maupun penurunan nilai realisasi investasi PMDN belum dapat disajikan karena tingkat kepatuhan perusahaan untuk menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) masih rendah. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus berupaya untuk menarik investasi, baik investasi yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.
Tabel 2.8
Hasil Kinerja Urusan Penanaman Modal Pemerintah Daerah kabupaten Kotawaringin Timur Periode 2011-2015
No Aspek/Fokus/Bidang Urusan/Indikator
Kinerja Pembangunan Daerah
Capaian Kinerja
2011 2012 2013 2014 2015
1 Jumlah Nilai Investasi berskala nasional PMDN(dalam Rp.juta) - 135.602,00 76.870,00 131.963,00 1.296.792,00
2 Jumlah Nilai Investasi berskala nasional PMA (dalam US$. Ribu) - 331.978,00 295.331,00 55.889,00 5.283,70
 
 
Tabel 2.9
Perizinan Penanaman Modal Yang diterbitkan
TAHUN Izin Prinsip Rencana
Investasi
Izin Usaha Rencana Investasi  
Jumlah Perusahaan (Rp Triliun) Jumlah Perusahaan (Rp Triliun)
2012 4 1,841 1 0,44
2013 1 1,745 0 0
2013 1 0,096 1 0,50
2014 10 0,627 1 1,90
2015 9 1,871 0 0
2016 31 2,1 2 0,503
2017* 11 0,33 1 0,274
 
 
 
 
III.         STRATEGI PENGEMBANGAN
A.   Visi Kabupaten Kotawaringin Timur
Visi Pembangunan tahun 2016-2021, yang merupakan Visi Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur terpilih adalah lanjutan visi misi periode 2010-2015 (Tahapan ke dua RPJPD), serta dengan mempertimbangkan kondisi daerah, Permasalahan pembangunan daerah dan isu-isu setrategis yang dihadapi, sedangkan tujuan dan sasaran Pembangunan Jangka Menengah Daerah disesuaikan dengan kondisi yang ada saat ini dan kondisi yang diharapkan lima tahun mendatang, maka visi dan misi Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2016-2021 adalah:
Terwujudnya Masyarakat yang Madani, Dinamis, Mandiri dan Berdaya Saing dalam Suasana Religius, Kebersamaan, Aman dan Sejahtera”
Disingkat menjadi Motto : Manis Manasai.
Visi Pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2016-2021 ini diharapkan akan mewujudkan, keinginan dan amanat serta cita-cita masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur dengan tetap mengacu pada pencapaian tujuan nasional seperti diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 khususnya bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur.
Visi yang ingin dicapai yaitu terwujudnya masyarakat yang Madani, Dinamis, Mandiri dan Berdaya Saing dalam Suasana Relegius, Kebersamaan, Aman dan Sejahtera merupakan kelanjutan dari visi pada periode sebelumnya, hanya ada penambahan pada kata “ Kebersamaan” yang merupakan keinginan Bupati dan Wakil Bupati dalam mengiplementasikan dari Semboyan Kabupaten Kotawaringin Timur yaitu Habaring-Hurung. Penjabaran Visi tersebut diatas sebagai berikut:
Madani: Masyarakat Madani adalah masyarakat yang maju, tercermin dari masyarakat yang beradab dan mengacu pada nilai-nilai kebajikan dengan mengembangkan dan menerapkan prinsip-prinsip interaksi sosial yang kondusif bagi penciptaan tatanan demokratis dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat.
Dinamis:     Masyarakat yang Dinamis adalah masyarakat yang mampu untuk mengimbangi dan menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman secara cepat dan bijaksana dengan cara bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya.
Mandiri dan Berdaya Saing: Masyarakat yang Mandiri dan Berdaya Saing memiliki arti bahwa masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur akan berkembang dengan baik dimasa depan dengan kekuatan yang dimiliki dan tidak sepenuhnya tergantung pada daerah lain dan masyarakat yang profesional, kreatif dan inovatif dalam berbagai sektor, adanya kepastian hukum dan iklim usaha yang kondusif bagi penanaman investasi berskala kecil, menengah dan besar sehingga mampu bersaing.
Tabel 3.1
Visi dan Misi Kepala Daerah
Visi Misi
Terwujudnya Masyarakat yang Madani, Dinamis, Mandiri dan Berdaya Saing dalam Suasana Religius, Kebersamaan, Aman dan Sejahtera Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang cerdas, terampil, sehat dan berakhlak.
Mengembangkan penguatan ekonomi masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, pemantapan ketahanan pangan, pengembangan produk unggulan daerah dan pemanfaatan sumberdaya alam yang berwawasan lingkungan
Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien.
Mengembangkan daya saing daerah melalui usaha perdagangan dan jasa, industri pengolahan, serta pariwisata dan budaya
 
 
Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan bagian integral dari Provinsi Kalimantan Tengah dan dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka perumusan Visi tersebut memperhatikan Visi Gubernur dan wakil Gubernur Kalimantan Tengah Periode 2016-2021 yaitu “ Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah, dan Harmonis (Berkah) untuk mewujudkan kesejateraan segenap masyarakat Kalimantan Tengah.
Dalam penyelarasan visi terbut juga memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 dengan visi Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, Mandiri, dan Berkeadilan Berlandaskan Gotong Royong.
 
B.   Misi Kabupaten Kotawaringin Timur
Misi merupakan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam mewujudkan visi tersebut diatas, maka ditetapkan misi pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur sebegai berikut:
1.     Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang cerdas, terampil, sehat dan berakhlak.
2.     Mengembangkan penguatan ekonomi masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, pemantapan ketahanan pangan, pengembangan produk unggulan daerah dan pemanfaatan sumberdaya alam yang berwawasan lingkungan.
3.     Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien.
4.     Mengembangkan daya saing daerah melalui usaha perdagangan dan jasa, industri pengolahan, serta pariwisata dan budaya.
 
C.   Tata Ruang Dan Pembangunan Kewilayahan
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten kotawaringin Timur Tahun 2015-2035, secara umum dapat digambarkan rencana pembangunan daerah yang bersifat kewilayahan, dimana pusat-pusat kegiatan yang berupa ibukota kabupaten,dan ibukota kecamatan yang ditetapkan menjadi pusat kegiatan maupun desa-desa yang ditetapkan menjadi pusat pelayanan harus dilengkapi dengan sarana dan prasaranya . Begitu juga wilayah-wilayah sebagai pusat pengembangan produk unggulan.
 
1.   Pusat-Pusat Kegiatan
Dalam RTRWN Sampit yang menjadi ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW), karena disamping sebagai pusat pemerintahan kabupaten Kota Sampit juga menjadi salah satu kota yang menjadi pusat pengembangan perekonomian Kalimantan Tengah dengan adanya Bandara H. Asan, maupun Pelabuhan Bagendang yang ditetapkan sebagai salah satu pengembangan Tol Laut dalam RPJMN.Dalam RTRWK ada 3 ibukota kecamatan yang ditetapkan menjadi Pusat Kegiatan Lingkungan Promosi (PKLp) yaitu Parenggean yang merupakan pusat kegiatan wilayah Utara, Samuda sebagai pusat kegiatan wilayah Selatan, dan Simpang Sebabi sebagai pusat kegiatan wilayah Barat, seperti yang terlihat pada Gambar 4.1. Sedangkan 11 Ibu Kota kecamatan lainnya ditetapkan menjadi Pusat Pelayanan Kawasan (PPK).Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) ditetapkan di:
·           Gunung Makmur di Kecamatan Antang Kalang;
·           Beringin Agung di Kecamatan Telaga Antang;
·           Lempuyang di Kecamatan Teluk Sampit;
·           Tangar di Kecamatan Mentaya Hulu;
·           Bagendang Tengah di Kecamatan Mentaya Hilir Utara;
·           Pelantaran di Kecamatan Cempaga Hulu;
·           Tumbang Sangai di Kecamatan Telaga Antang; dan
·           Tumbang Batu di Kecamatan Bukit Santuai.

Gambar 3.1 Pusat-pusat Kegiatan
2.   Wilayah Pengembangan Produk Unggulan
A.     Wilayah Perkebunan
Wilayah utara secara umum dikembangkan sebagai wilayah pengembangan perkebunan yang pada umumnya adalah Kelapa Sawit, karet dan rotan, terutama di Kecamatan Antang Kalang, Tualan Hulu, Telaga Antang, Bukit Santuai, Mentaya Hulu, Parenggean, Cempaga Hulu, dan Kecamatan Telawang
B.    Wilayah Pertanian Tanaman Pangan
Pertanian tanaman pangan pada umumnya dikembangkan di wilayah selatan sebagai lahan pasang surut, yaitu di Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit, Pulau Hanaut, dan Kecamatan Seranau. Di beberapa kecamatan ini masih sangat memungkinkan untuk ditingkatkan produksinya melalui perluasan lahan maupun upaya intensifikasi. Wilayah ini juga merupakan wilayah perkebunan kelapa yang masih menjanjikan untuk dikembangkan dengan pembinaan yang lebih intensif.
C.    Wilayah Pengembangan Holtikultura
Holtikultura sangat potensi untuk dikembangkan di wilayah Tengah mengingat kondisi wilayahnya dan jenis tanahnya yang cocok, yaitu di Kecamatan Cempaga, Kota Besi, Baamang, dan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
D.    Sentra Perikanan
Potensi perikanan di Kabupaten Kotawaringin Timur terbagi menjadi 2 yaitu perikanan tangkap di Kecamatan Teluk Sampit dan Pulau Hanaut, dan perikanan budidaya di Kecamatan Kota Besi. Sedangkan di Desa Sungai Ijum Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dikembangkan menjadi Minapolitan.
E.     Sentra Pengembangan Peternakan Sapi dan Desa unggulan Peternakan Sapi
Desa Sumber Makmur di Kecamatan Telawang, Desa Karang Sari di Kecamatan Parenggean, dan Desa Sumber Makmur di Kecamatan Mentaya Hilir Utara saat ini merupakan sentra pengembangan peternakan sapi yang mendukung kebutuhan daging di Kabupaten Kotawaringin Timur.Disamping itu jugaDesa Gunung Makmur di Kecamatan Antang Kalang, Desa Waringin Agung di Kecamatan Telaga Antang, dan Desa Babaluh di KecamatanPulau Hanaut merupakan tigadesa yang salah satu produk unggulannya adalah peternakan sapi diharapkan dapat mendukung pasokan daging dari tiga desa yang telah menjadi sentra peternakan sapi.

Gambar 3.2 Wilayah Pengembangan Produk Unggulan
 
 

 
Gambar 3.3 Wilayah Pengembangan Produk Unggulan
 
 

Gambar 3.4 Wilayah Pengembangan Produk Unggulan
 
3.   Pusat Perdagangan Dan Jasa
Sebagai Ibu Kota Kabupaten, Kota Sampit otomatis akan menjadi wilayah perdagangan dan jasa yang terpusat di Kecamatan Baamang dan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, seperti yang terlihat pada Gambar 4.3.

Gambar 3.5 Pusat Perdagangan dan Jasa
 
 
 
4.   Kawasan Industri Dan Pergudangan
Kawasan Industri ditetapkan di Km 17 jalan H.M. Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang sampai dengan Desa Bagendang Hulu seluas 2.186,3 Ha yang didukung dengan Pelabuhan Multipurpose yang berada di wilayah tersebut.Untuk mendukung keberadaan Kawasan Industri tersebut juga ditetapkan Kawasan Pergudangan di Kecamatan M.B. Ketapang (Dari Ring Road Selatan & Desa Telaga Baru s/d Kawasan Industri), seperti yang terlihat pada Gambar 4.4.

Gambar 3.5 Kawasan Industri dan Pergudangan
 
IV.         KEBIJAKAN IKLIM INVESTASI
A.   Angka Kriminalitas
Keamanan, ketertiban dan penanggulangan kriminalitas merupakan salah satu aspek strategis yang perlu dijaga untuk mewujudkan stabilitas daerah. Iklim investasi juga salah satunya dipengaruhi oleh tingkat keamanan dan ketertiban yang ada.
Angka kriminalitas Kabupaten Kotawaringin Timur relatif rendah, Jumlah angka kriminalitas selama tahun 2010-2014 mengalami penurunan, tercatat tahun 2010 angka kriminalitas 186,78; tahun 2011 angka kriminalitas 104,29; tahun 2012 angka kriminalitas 111,67; tahun 2013 angka kriminalitas 96,12; dan tahun 2014 angka kriminalitas 91,60.
 
Tabel 4.1
Angka Kriminalitas di Kabupaten Kotawaringin TimurTahun 2010-2014
No Jenis Kriminal 2010 2011 2012 2013 2014
1. Jumlah kasus narkoba 37 43 47 51 70
2. Jumlah kasus pembunuhan 1     2 2
3. Jumlah kejahatan seksual 14 11 21 19 15
4. Jumlah kasus penganiayaan 60 33 39 35 29
5. Jumlah kasus pencurian 190 157 210 101 203
6. Jumlah kasus penipuan 15 23 20 17 11
7. Jumlah kasus pemalsuan uang 1        
8. Jumlah tindak kriminal selama 1 tahun 634 354 510 439 442
9. Jumlah penduduk 339.439 339.439 456.716 456.716 482.503
10. Angka kriminalitas (8)/(9) 186,78 104,29 111,67 96,12 91,60
 
Sumber: Polres Kab. Kotim
 
Tabel 4.2
Jumlah Demonstrasi di Kabupaten Kotawaringin TimurTahun 2010-2014
No Uraian 2010 2011 2012 2013 2014
1 Bidang politik 1 1 2 1 2
2 Ekonomi 1 1 2 8 2
3 Kasus pemogokan kerja   1      
4 Jumlah unjuk rasa 2 3 4 9 4
 
Sumber: Polres Kab. Kotim
 
B.   Lama Proses Perijinan
Pengurusan proses perizinan yang cukup lama telah menjadi salah satu kendala utama dalam iklim investasi di Indonesia secara umum. Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakatdan dunia usaha terkait perzinan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur telah mengambil suatu kebijakan membentuk Unit Pelayanan Satu Atap melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Sesuai dengan Peraturan Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur Nomor 63 Tahun 2013 Tentang Mekanisme Prosedur Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PPTSP) yang sedang dilakukan revisi, standar waktu pelayanan perizinan ditentukan sebagai berikut:
 
 
Tabel 4.3
Standar Waktu Pelayanan Perizinan di Kabupaten Kotawaringin Timur
No. Jenis Izin Standar Waktu
(dalam hari kerja)
1 Izin Gangguan (IG/HO) Baru : 7
Perpanjangan: 3
2 Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 3
3 Tanda Daftar Gudang (TDG) 3
4 Tanda Daftar Industri (TDI) 5
5 Izin Usaha Perdagangan (IUP/SIUP) 5
6 Izin Usaha Industri (IUI) 5
7 Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) 5
8 Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 14
9 Izin Reklame 7
10 IzinUsaha Angkutan (IUA) 7
 

Sumber: DPMPTSP Kab. Kotim
 
 

http://dpmptsp.kotimkab.go.id/portal/files/thumb/5cac62602cb3ff2/210/280/fit http://dpmptsp.kotimkab.go.id/portal/files/thumb/a8c7084b682489c/210/280/fit

Daftar Download

Status Permohonan

Daftar Permohonan

Permohonan Diterbitkan

Permohonan Belum Diambil

Jajak Pendapat

Bagaimana Pelayanan Front Office kepada anda ?


Pre Test ToT

Pre Test siCANTIK

  Lihat Hasil