DPMPTSP Kab.Kotim

Profile Kabupaten Kotawaringin Timur

VISI DAN MISI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR
VISI
“Demokratis, Adil, Maju, Aman, Indah-Lestari, Mandiri, Taqwa, Profesional.”
MISI
Mewujudkan Kabupaten Kotawaringin Timur yang Asri dan Lestari
Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia
Mengembangkan Industri Pengolahan
Mengembangkan sektor pertanian yang sesuai dengan lahan di Kotawaringin Timur
Mengembangkan Kondisi Sosial Politik yang Demokratis, Saling Tenggang Rasa, Persatuan, dan Aman
Meningkatkan Pelayanan Fasilitas Sosial
Mewujudkan Masyarakat yang Beriman dan Bertaqwa
Pemerataan Pembangunan Sarana Prasarana Ekonomi
Meningkatkan Pelayanan Sarana dan Prasarana Permukiman
Melakukan Pencegahan dan Penanganan Bencana
Meningkatkan Profesionalisme Pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur
Meningkatkan Efektifitas dan Efisiensi Pemerintahan Kabupaten Kotawaringin Timur
LETAK GEOGRAFIS
Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan bagian dari Provinsi Kalimantan Tengah dengan luas seluruhnya 16.496 km², terdiri dari 17 kecamatan, 132 desa dan 12 kelurahan, terletak di antara 111°0’50” - 113°0’46” BT dan 0°23’14”- 3°32’54” LS dengan batas-batas :

Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Katingan
Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Katingan
Sebalah Selatan berbatasab dengan Laut Jawa
Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Seruyan
 
ARTI LAMBANG

Lambang Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur berbentuk TALABANG (Perisai) segi empat dengan warna dasar hijau tua bergaris sisi dengan putih didalam dan merah di luar.

Di dalam Talabang terdapat bentuk Tajau (Belanga) yang dilingkari dengan tali yang bermata 59 (Lima Puluh Sembilan) yang didalamnya terdapat lingkaran padi dan kapas berbentuk bulat yang melambangkan kebulatan tekat serta kesetiaan rakyat kepada pemerintah sekaligus melambangkan kekayaan rakyat daerah. Dengan penjelasan sebagai berikut :

Talabang (Perisai) pada umumnya adalah salah satu alat penangkis dan kesanggupan mempertahankan diri dengan gagah berani.

Warna merah adalah Melambangkan keberanian dan kepahlawanan

Warna putih adalah kesucian dan kejujuran Warna kuning adalah kesetiaan dan keluhuran

Warna hijau tua adalah kesuburan dan kemakmuran

Warna hitam adalah keteguhan dan keabadian

Warna biru adalah keterangan Tajau (belanga) yang dilingkari dengan tali bermata sebanyak 59 (lima puluh sembilan) pada leher terdapat 4 (empat) bunga telinga. Angka 59 dan 4 melambangkan tahun dan tanggal disahkannya daerah tingkat II Kotawaringin Timur sebagai daerah otonom.

Didalam Talabang yang perisai terdapat lukisan-lukisan yang merupakan unsur lambang dengan penjelasan sebagai berikut :

Bintang Segi Lima/Bintang Lima Melambangkan Pancasila lambang dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia
Batang Beringin/Pohon Beringin Melambangkan sejarah nama Kotawaringin serta sekaligus melambangkan satuan pada umumnya. Akar dan 5(lima) kelompok daun rimbun melambangkan “pengayoman” yang berasaskan Pancasila. Berakar tunjang 8 (delapan) buah melambangkan bulan kemerdekaan Republik Indonesia. Warna hijau berarti kesuburan Daerah Tingkat II Kotawaringin Timur
Jukung Patai/Perahu Patai Adalah alat perhubungan khas daerah dalam segala bentuk keperluan lalu lintas sungai
Satu SungaiMelambangkan data monografi sungai mentaya
Mandau Adalah suatu senjata tradisional yang diciptakan oleh nenek moyang suku dayak. Senjata ini digunakan untuk menghadapi  musuh
Sipet Adalah suatu senjata leluhur suku dayak yang paling ampuh
Parei/Padi Berwarna kuning adalah makanan pokok Bangsa Indonesia. berwarna kuning dan sebanyak 45 butir melambangkan tahun kemerdekaan Republik Indonesia
Kapas Adalah bahan sandang rakyat Indonesia sebanyak 17 biji melambangkan tanggal kemerdekaan Republik Indonesia. Tangkai    kapas dan padi bersilang ditautkan dengan 17 lingkaran tali. Angka yang melambangkan disahkannya Daerah TIngkat II Kotawaringin Timur sebagai daerah otonom.
Tali yang melingkar tajau dan ikatan pada kapas, padi dibawah bintang segi lima melambagkan ikatan persatuan yang tak terberaikan dalam suatu wadah tertentu serta merta sinari cahaya keagungan Pancasila yang dipancarkan oleh bintang  segi lima.
Motto Habaring Hurung dalam bahasa dayak yang berarti bahandep/gotong royong dalam pita berwarna kuning bagian atas dan warna putih bagian bawah.

Live Chat